Metodologi
Penelitian Kuantitatif
Kegiatan observasi di SMA N 14 KONSEL
KELAS X IPS 1

Disusun
Oleh:
M. ALIF MATARA(17010101120)
Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Program
Studi Pendidikan Agama Islam
2018
1. Siswa ribut di kelas

Teori kedisiplinan:
Menurut Soegeng Prijodarmintio, SH dalam bukunya “Disiplin
Kiat Menuju Sukses” disiplin didefiisikan sebagai suatau kondisi yang tercipta
dan terbentuk melalui proses dari serangakaian perilaku yang menunjukkan
ketaatan, kepatuhan, dan aatau ketertiban. Nilai-nilai tersebut telah menjadi
bagian dari perilaku dalam kehidupannya. Perilaku itu tercipta melalui
proses binaan melalui keluarga,
pendidikan dan pengalaman ( Prijodarminto:23).
2.
Siswa mengantuk

Teori metode mengajar:
Dalam
teori menurut M. Sobri Sutikno (2009.88) menyatakan “ metode mengajar adalah
cara-cara menyajikan materi pelajaraan yang dilakukan oleh pendidik agar
terjadi proses pembelajaraan pada diri siswa dalam upaya mencapai tujuan
pembelajaraan. Sedangkan menurut Gerlach dan Elly (80:14) metode mengajar dapat
diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan informasi.
3.
Siswa tidak
aktif

Teori motivasi belajar:
Motifasi belajar menurut Wena (2010 : 34) merupakan
suatu dorongan, baik bersifat internal maupun eksternal yang membuat siswa
bergerak semangat dan seang belajar secara serius dan terus-menerus selama
kegiataan pelaksana belajar. Motifasi diperlukan untuk menumbuhkan minat siswa
terhadap pelajaraan yang diajarkan oleh guru.
4.
Siswa sibuk
sendiri

Teori perhatian:
Menurut
Kartini Kartono (1990: 111) “perhatian itu merupakan reaksi umum dari
organisasi dan kesadaran yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya
konsentrasi dan pembatasan kesadaraan terhadap suatu objek”. Sedangkan menurut
Dakir (1986 : 130) menyatakan bahwa perhatian adalah fungsi jiwa yang
dikerahkan dalam pemusatannyya kepada barang sesuatu baik yang ada di dalam
maupun yang di luar kita.
Komentar
Posting Komentar